PERHATIAN
ABFI Institute Perbanas menghimbau kepada seluruh Civitas Academica untuk tidak mentrasfer sejumlah uang kepada Perusahaan manapun termasuk Travel yang mengatasnamakan kerjasama dengan ABFI Institute Perbanas
Kalender Akademik
panduan INFO
pascasarjana

Economic ac info
Informatic ac info
lecturer
jurnal
elearning
ukm
proquest
pqr
webmail
wifi
Print

Gelar juara berhasil diraih kembali oleh tim basket STIE Perbanas.

Setelah tahun lalu berhasil menggondol juara pria dan wanita Divisi Utama Liga Bola basket Mahasiswa (LIBAMA) Nasional, tadi malam, Perbanas dapat mengawinkan gelar lagi. Bertanding di Sports Mall Kelapa Gading, dalam final Divisi Utama Libama Nasional 2003, tim wanita Perbanas menekuk Universitas surabaya 60-56. Sedangkan tim prianya, membungkam STIE Bhakti Pembangunan 65-60.

Untuk peringkat ketiga pria disabet STIE Ipwija, yang berhasil menang tipis, 58-56 atas STIE Swadaya. Sedangkan di bagian wanita, posisi ketiga diraih STEI Indonesia, yang menaklukkan Universitas Atmajaya, 60-45.

Pertandingan antara tim wanita Perbanas dan Universitas Surabaya berlangsung seru. Saling kejar angka terjadi sejak kuarter pertama dimulai. Kedua tim yang sama-sama menggunakan pola man to man bergantian mendulang poin. Beruntung, tim besutan Jacky Ignatius Hatta unggul satu bola, 12-10 di kuarter ini.

Merasa belum maksimal di kuarter pertama, memasuki kuarter kedua, Indrawati dkk diintruksikan lebih disiplin dalam pertahanan. Zone defense yang diterapkan para pemain Perbanas berbuah manis. Universitas Surabaya yang memanfaatkan serangan balik, tidak bisa berbuat banyak. Sebaliknya, Indrawati dkk di kuarter ini tampil cemerlang. Perbanas unggul 21-11.

Sayang, Perbanas keteteran di kuarter ketiga. Banyak pemain yang melakukan kesalahan sendiri. Keadaan ini menguntungkan tim besutan Welli. Meski dengan pola yang sama, Universitas Surabaya dapat menyamakan skor 38-38.

Kesalahan di kuarter ketiga langsung diantisipasi Perbanas.Permainan di bawah ring kembali diperagakan. Strategi ini ces pleng. Kepiawaian Indrawati menjadi salah satu modal kemenangan. Meski akhirnya terpaut dua bola, 60-56, namun hasil ini menjadikan Perbanas juara. Keberhasilan Perbanas kali ini tak bisa lepas dari Indrawati, Center Perbanas ini menyumbangkan 40 angka.

"Dengan kemenangan ini, kami tidak puas," ujar Jacky usai pertandingan.Lho kok? Jacky mengaku tidak puas, karena angka yang diperoleh anak asuhnya selisihnya hanya terpaut sedikit. Selain itu, ia menilai, banyak pemainnya yang tampil jelek pada pertandingan final ini."Kemenangan atas Universitas Surabaya ini juga disebabkan persiapan kami yang lebih lama."

Meski tidak puas, namun Jacky mengaku, dengan kemenangan ini dapat menjadikan para pemain Perbanas yang semuanya muka baru, bertambah semangat."Kemenangan ini dapat menjadikan semangat untuk giat berlatih."

Juara pertama kompetisi ini mendapat uang pembinaan Rp. 5 Juta. Sedangkan peringkat kedua, Rp 3 juta; peringkat ketiga, Rp 2 juta, dan peringkat keempat Rp 1 juta. "Di samping itu, untuk juara pertama sampai ketiga juga mendapat piala dan bola dari perbasi. Sementara peringkat keempat mendapat bola saja," terangnya.

Sumber : Kemahasiswaan

ornamen line